Selasa, 15 Januari 2013

IPA Biologi Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia Terhadap Lingkungan(Handitya-15)


PENGARUH KEPADATAN POPULASI MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN

I. PERTUMBUHAN POPULASI PENDUDUK DI INDONESIA
Berdasrkan data populasi penduduk tahun 2001 jumlah penduduk Indonesia sekitar 206,1 jiwa, menepati urutan ke-4 di dunia.
No.
Negara
Jumlah Penduduk
1.
Republik Rakyat China (RRC)
1.276,3
2.
India
1.003,0
3.
Amerika Serikat
284,5
4.
Indonesia
206,1
5.
Brazil
171,8
6.
Pakistan
145,0
7.
Rusia
144,4
8.
Bangladesh
133,5
9.
Jepang
127,1
10.
Nigeria
126,6
Bila pertumbuhan populasi 2,3% pertahun, dapat diprediksi bahwa tahun 2010, maka penduduk Indonesia akan berjumlah 300 juta jiwa.
II. DINAMIKA PENDUDUK
Beberapa istilah kependudukan
Demografi adalah ilmu yang mempelajari segagla sesuatu tentang aspek kependudukan.
Penduduk adalah seseorang/sekelompok orang yang tinggal dan menepati suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu.
Penduduk dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan (fluktuasi pertumbuhan). Fluktuasi ini dikenal sebagai DinamikaPenduduk.
Dinamika Penduduk adalah perubahan penduduk pada suatu negara dari waktu ke waktu.
Masalah utama kependudukan di Indonesia adalah masalah penyebaran penduduk yang tidak merata.
III. PENYEBAB PERUBAHAN POPULASI PENDUDUK
Untuk menghitung angka perubahan populasi penduduk pertahun (AP) yang ditunjukan dengan persentase (%) digunakan rumus :
AP (%) = AK - AM x 100%
1000
Keterangan :
AK = Angka Kelahiran
AM = Angka Kemattian
Untuk menghitung angka pertumbuhan populasi penduduk digunakan rumus :
P = ( L – m) + ( I – e )
= Pertumbuhan populasi penduduk
= Jumlah lahir/kelahiran
M = Jumlah mati/kematian
= Jumlah Imigrasi
E = Jumlah emigrasi
Perubahan populasi penduduk disebabkan oleh 3 faktor, yaitu:
1. Natalitas atau kelahiran adalah bilangan yang menunjukan jumlah kelahiran hidup setiap 1000 penduduk per tahun. Untuk menghitun angka natalitas digunakan rumus :
Natalitas = Jumlah bayi lahir yang hidup x 1000
Jumlah populasi manusia
Kriteria angka kelahiran:
a. Angka kelahiran tinggi, bila lebih dari 30 orang per 1000 kelahiran
b. Angka kelahiran sedang, bila berkisar 20 – 30
c. Angka kelahiran rendah, bila kurang dari 20
Tinggi-rendahnya kelahiran, tergantung:
1) Struktur Umur
2) Banyaknya perkawinan
3) Penggunaan alat kontrasepsi
4) Pengguguran
5) Tingkat Pendidikan
6) Status pekerjaan wanita (strata ekonomi)
2. Mortalitas atau angka kematian adalah bilangan yang menunjukan jumlah angka kematian dari tiap 1000 penduduk pertahun. Untuk menentkan besarnya angka mortalitas dapat dihitung dengan rumus :
Mortalitas = Jumlah kematian x 1000
Jumlah Populasi Penduduk
Kriteria angka kematian:
a. Angka kematian tinggi, bila lebih dari 18 orang per 1000 kelahiran
b. Angka kematian sedang, bila berkisar 14 - 18
c. Angka kemtian rendah, bila kurang dari 14
Tinggi-rendahnya kematian, tergantung:
1. Struktur Umur
2. Jenis kelamin
3. Jenis pekerjaan
4. Status sosial ekonomi
5. Keadaan lingkungan
3. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah atau negara ke daerah atau negara lain.
Secara umum migrasi/perpindahan ada dua, yaitu:
a. Perpindahan keluar (out migration/emigrasi)
b. Perpindahan kedalam (in migration/imigras
Angka migrasi masuk adalah angka yang menunjukan banyaknya imigran yang masuk per 1000 penduduk daerah tujuan dalam 1 tahun.
bentuk :
1. Transmigrasi : Perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang kurang padat
2. Urbanisasi : Perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Migrasi dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis :
A. Transmigrasi (perpindahan dari satu daerah (pulau) untuk menetap ke daerah lain di dalam wilayah Republik Indonesia).
B. Urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota besar)
Sebab-sebab terjadinya urbanisasi:
a. Ketersediaan lapangan pekerjaan dikota lebih besar.
b. Tingginya upah/penghasilan di kota.
c. Daya tarik kota dengan sarana dan prasarana kehidupan lebih lengkap.
d. Kepedulian masyarakat terhadap pengolahan SDA di desa menurun.
e. Kondisi kualitas tanah dan SDA desa sulit untuk digarap dan dikembangkan (gersang).
C. Ruralisasi (perpindahan penduduk dari kota ke desa)
Sebab-sebab terjadinya ruralisasi :
a. Pekerja yang memasuki masa pensiun.
b. Harga tanah di desa relatif lebih murah dibanding kota untuk pertanian.
c. Mencari lingkungan sosial yang lebih nyaman dan kondusif terbebas dari polusi.
D. Emigrasi (perpindahan penduduk dari dalam negeri kemudian menetap di luar negeri). Orangnya disebut sebagai Emigran.
Sebab-sebab terjadinya Emigrasi :
a. Tugas belajar.
b. Tugas kedinasan atau jabatan.
c. Ekspansi bisnis dan investasi.
d. Kondisi sosial, politik dan ekonomi serta hukum Negara asal yang mengancam kehidupannya.
E. Imigrasi (perpindahan penduduk dari luar negeri kemudian menetap di dalam negeri). Orangnya disebut Imigran.
Sebab-sebab terjadinya Imigrasi :
a. Tugas belajar.
b. Tugas kedinasan atau jabatan.
c. Ekspansi bisnis dan investasi.
d. Kondisi sosial, politik dan ekonomi serta hukum Negara asal yang mengancam kehidupannya.
e. Reemigrasi (Kembali ke tempat asal)
a. Penyebab ledakan jumlah populasi penduduk :
1) angka kelahiran tinggi
2) angka kematian rendah
3) ekonomi yang teratur dan meningkat
4) membaiknya kesehatan masyarakat
5) tingkat pendidikan penduduk yang masih rendah
b. Dampak dari ledakan penduduk :
1) Sosial: Urbanisasi penduduk tidak merata, angka kemiskinan dan kriminalitas meningkat sebagai akibat moralitas menurun.
2) Ekonomi : Kebutuhan akan pangan dan lahan sebagai tempat hunian serta industri meningkat sedangkan lahan yang tersedia semakin menurun/sedikit.
3) Bidang Pendidikan : Tingkat pendidikan menurun dan biaya pendidikan meningkat
4) Bidang Kesehatan : Akibat kualitas lingkungan menurun, penyakit merajalela, sehingga kualitas kesehatan masyarakat menurun.
5) Bidang lingkungan hidup :
a) Kerusakan ekosistem : Kerusakan hutan akibat ladang berpindah, kekurangan air, kekurangan oksigen, keterbatasan lahan, penebangan pohon secara liar.
b) Pencemaran dan polusi meningkat :
Sebagai akibat dari kerusakan ekosistem dan pertumbuhan industry serta penggunaan kendaraan semakin mengingkat, maka tingkat pencemaran dan polusi tak terkendali. Sehingga semakin banyak limbah industry dan rumah tangga serta asap kendaraan bermotor yang menyebabkan polusi air, tanah, dan udara.
c. Usaha untuk mengatasi ledakan penduduk:
1. Menurunkan laju pertumbuhan penduduk dengan menyelenggarakan progam KB.
2. Meningkatkan kualitas penduduk dengan cara :
a) Meningkatkan gizi balita.
b) Menunda perkawinan usia dini (muda).
c) Prinsip-Prinsip Ekologi Pendidikan (program pendidikan 9 tahun, menghapuskan buta huruf dll).
d) Meningkatka pencegahan, pengobatan dan penanggulangan penyakit pada ibu dan anak.
3. Meningkatkan lapangan pekerjaan dengan mengembangkan industry dan keterampilan masyakarat agar mandiri.
4. Mengimbangi laju pertambahan penduduk dengan meningkatkan produksi pangan, melalui program:
Ø Intensifikasi (peningkatan produksi pertanian melalui perbaikan cara bercocok tanam, hal ini dilakukan dilahan sempit/terbatas).
Ø Ektensifikasi (peningkatan produksi pertanian melalui perluasan lahan).
Ø Diversifikasi (penganekaragaman jenis makanan).
Ø Mencari sumber makanan baru.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar